HP Tertinggal di Masjid Banjarmasi Kalimantan Selatan

HP Tertinggal di Masjid Banjarmasi Kalimantan Selatan

HP Tertinggal di Masjid Banjarmasi Kalimantan Selatan

HP Tertinggal di Masjid Banjarmasi Kalimantan Selatan

Pengajian rutin malam jumat dilakukan di Masjid Besar Banjarmasin seperti biasa kegiatan ini diisi oleh sang mubaligh dari daerah daerah terdekat, dalam waktu itu tema yang di ambil adalah sebuah disintegrasi moral pemuda bangsa yang harus digiatkan lagi. Kata sang mubalig mempertahankan moral memang tidak semudah membalikkan tangan karena butuh orang yang konsisten menjaga agama itu sedangkan konsisten atau istiqomah itu saja sangat sulit. Makanya untuk membangun serta mempertahankan agar terutama pemuda bisa konsisten hatinya kepada Tuhan.

Sang Mubalig kembali mengingatkan lagi untuk sering mengajak para pemuda untuk berada di Masjid. Katanya semua kegiatan harus di pusatkan di Masjid agar para pemuda senang berada di  Masjid sehingga bisa mudah untuk menjaga konsistensinya. Karena dengan adanya kegiatan kegiatan yang banyak ada di Masjid pemuda bisa menjaga salatnya, bukan tidak mungkin ketika waktu salat tiba mereka juga akan mengikuti salat. Sehingga salat ini sudah ini sebagai tiang agama sudah tidak akan mungkin lagi bisa berada pada sebuah cerita biasa lagi tapi menjadikan semuanya bertahan diasana membuat manusia beriman kembali dengan mendengatkan lantunan ayat ayat al quran pastinya sebuah kebahagiaan tentnya kepada siapapun yang nantinya akan menjadi sebuah kisah yang tidak akan mungkin bisa dilakukan oleh siapapun.

Usai pengajian itupun, aku dan Rully Masrifan meninggalkan Masjid untuk sekedar mencari tempat warung kopi di sekitar situ. Seperti biasa sambil ngopi saya membuka handphone untuk membuka buka informasi yang terbaik, kemudia Rully juga ingin membuka HP nya ternyata sudah ada di saku, dia kembali mencari carinya mengingat ingatnya dimana sebenarnya HP miliknya karena seingatnya tadi ada di dalam saku saat berada di Masjid tadi. Tapi entah kenapa kok sudah tidak ada. Dia masih dalam posisi yang bingung karena sebelumnya tidak pernah dia lupa dengan membawa hp nya karena dia sendiri adalah maniak hp tidak bisa pergi tanpa hp di sakunya.

Dia mencoba membuka buka tas yang dia bawa tadi untuk mencaru siapa tahu memang berada di tas itu, dia mencoba membuka satu per satu saku yang ad di tas nya untuk kembali memastikan apakah ada yang ketinggalan dalam tasnya itu, karena dia sangat penting baginya hp itu karena itu adalah nomo utama untuk manusia yang ingin menghubunginya. Lalu aku sarankan untuk menyusuri perjalanan nya tadi dari Masjid ke warung ini tadi, dia akhirnya menurut karena siapa tahu ada jauh di jalan tadi sewaktu menyeberang, tiba tiba dari Masjid terdengar suara pengumuman, yakni telah ditemukan hp SAmsum SV warna silver, dan itu adalah hp nya Rully, dia dengan senangnya langsung lari ke dalam Masjid menemui sang takmir.

Pengemis di Masjid Palangkaraya Kalimantan Tengah

Pengemis di Masjid Palangkaraya Kalimantan Tengah

Pengemis di Masjid Palangkaraya Kalimantan Tengah

Pengemis di Masjid Palangkaraya Kalimantan Tengah

Seperti biasa Abdul Halis melaksanakan hari hari seperti hari hari yang dilaluinya, sebagai salah seorang reporter dia masih menjalani aktifitasnya dengan mencari narasumber untuk melaksanakan tugas Negara mencari berita yang akurat dan yang terbaik. Sebagai reporter salah satu televise nasional dia berhak menjalankan kewajibannya dengan menyajikan berita – berita yang terbaik, salah satunya tentang isu – isu yang saat ini lagi hangat dibicarakan. Hari – hari nya tidak pernah lepas dari mencari berita yang memiliki human interest tinggi yang membuat khalayak tercengang tentunya. Di hari jumat itu dia menyempatkan istirahat di Masjid yang sangat banyak orang – orang tuna wisma mengais rejeki disana. Dalam batinnya Abdul Halis semura orang ini datang dari mana tidak mungkin ini dibiarkan ini adalah penyakit masyarakat yang harus segera diselesaikan. Batinnya Abdul Halis mengatakan hal demikian sehingga dia sangat ingin sekali mencari fakta kebenaran dari yang ada itu.

Abdul Halis tetap pada pendiriannya menuju tempat wudu mengistirahatkan sepeda buntutnya, dan juga mengistirahatkan dirinya setelah hampir 50 kilo meter menempeh perjalanan jauh dari rumahnya menuju tempat kejadian perkara. Dia masih mengingat ngingat lagi sambil menengok jam tangan nya dia memastikan ternyata baru saja jam 10 pagi masih lama untuk menuju salat jumat di Masjid itu. karenanya dia ingin menidurkan dirinya sebentar karena sudah dari kemarin dia belum pulang sama sekali, sambil membuat aman barang – barang bawaannya dia sangat ingin sekali membuat semuanya bahagia menjadikan dirinya tempat yang jauh dari sebuah kehirup pikukan angin yang sepoi sepoi. Beruntung di Masjid sekitarnya sedang tidak ada hujan, dan terang benerang saja karena beberapa hari yang lalu dia harus menerjkang derasnya hujan tapi hari itu tampaknya sudah terang terang benderang saja. Makanya dia sangat ingin sekali melampiaskan kebaikan itu untuk menyajikan sebuah berita yang terbaik kepada masyarakat yang lainnya.

Di hari jumat yang cerah itu, Abdul Halis masih di Masjid dia terlelap sambil memimpikan karangan sebuah Negara yang menurutnya adalah sebuah langkah yang mungkin saja tidak akan bisa dia tempuh hanya untuk menjadikan dirinya yang terbaik. Tapi tiba tiba ada orang yang datang ke Masjid ternyata mau membersihkan dan membangunkan Abdul Halis untuk diminta pindah sebentar. Dia tersadar dan membawa tubuhnya untuk meninggalkan tempatnya, ternyata sudah banyak orang yang datang di Masjid itu, jadinya dia sangat ingin sekali mengambil wudu untuk melaksanakan salat sebelum salat jumat terlebih dahulu. Karena itulah dia tidak akan mengambil sebuah langkah yang bisa saja tidak akan membuat cerita yang menarik tanpa adanya bumbu yang ada di dalamnya.