Tidak Berhasil Dengan Kaos Sablon, Peroleh Sebuah Karya Kaos Lukis Dengan Suami

Bermula dari perasaan bosan dari pekerjaan nya sebagai karyawan, Yuniar lidiawati menentukan membuat usaha sendiri. pernah gagal dalam usaha pertamanya, Kesempatan datang ketika memproduksi kaos lukis yang di produksi dengan terbatas.tulisan dan gambar yang dibuat dengan handmade menjadi kekuatan produknya. Bagaimana cara membuat kreasinya?

Berbagai alat lukis terlihat memenuhi meja. dengan lukisan menghiasi ruangan dengan diameter 5×5. Seorang Pria dengan rambut panjang terlihat serius melukis di atas kaos. Begitulah sebagian proses produksi kaos handmade yuniar lidiawati, perempuan yang tinggal di jalan bejo, desa sisir, kecamatan batu. Berkolaborasi dengan suaminya, Fajar Djunaedi yang juga seorang pelukis, ribuan kaos limited sudah dia dapatkan.

Baca juga : Jasa sablon tangerang.

Walaupun tidak mau menyebutkan omzet, proses kreatif yang sekarang di gelutinya sudah membuatnya bahagia. “Karya lebih penting dari harga, mas” Ujar yuniar lidiawati sambil tersenyum. Yuniar mengaku memulai produksi kaos ketika dirinya merasa lelah bekerja di kantoran yang sudah dijalaninya selama 30 tahun. Lalu dia memutuskan resign dari pekerjaanya.
Setiap orang pasti memakai kaos. Mulanya membuat bisnis kaos sablon,” ungkap wanita berhijab ini.

Akan tetapi, mulai bisnis kaos sablonya tidak berjalan dengan mulus dan hanya bertahan beberapa bulan saja. Sesudah melakukan riset kecil kecilan, dia berganti ke lukis kaos “kalau kaos sablon kan sudah banyak. sementara kaos lukis terbatas,” Imbuhnya. Kebetulan suaminya seorang pelukis yang juga mempunyai banyak teman seniman. “Pembuatan kaos memakai teknik tie dye,” kata perempuan alumnus universitas islam malang itu.

Dia berkata, telah ramai pengunjung yang menjadikan kaos buatanya itu untuk oleh-oleh dari kota batu. “Ada saja yang datang. Selain wisatawan lokal, banyak juga wisatawan dari luar negeri seperti tiongkok, thailand, jerman dan negara eropa lainya yang datang,” ungkap perempuan asal batu. Sebab di produksi secara terbatas, setiap kaos di hargai senilai 250 ribu rupiah. Semua ukuran di jual dengan harga yang sama. tidak hanya di jual secara online, kaos buatan yuniar juga dijual di Museum angkut. “setiap produksi biasanya 100 hingga 150 kaos per tiga bulan,” ujarnya. Pembuatan produksi kaos itu tergantung dari kondisi.” Jika pada hari biasa hanya menjual 3 kaos per hari. Namun jika ada orderan bisa lebih” imbuhnya.